Saturday, November 28, 2015

Fakta dari Orang-orang Terkaya - Buku Pesugihan Muslim


Fakta dari paparan Profil orang-orang terkaya di dunia - Pesugihan Muslim

Ø      Dari jumlah penduduk dunia sebanyak 7,2 Miliar Jiwa, diperkirakan kekayaan 1 persen orang terkaya di dunia bernilai 110 triliun dollar AS, atau 65 kali total nilai kekayaan separuh penduduk dunia lainnya. 

Laporan dari World EconomicForum/WEF di Davos, Swiss itu menunjukkan, 85 orang terkaya dunia mengendalikan sekitar 1,7 triliun dollar US kekayaan, atau setara dengan kekayaan setengah penduduk dunia yang berjumlah 3,6 Miliar jiwa. 

Sedangkan studi dari World Institute di United Nations University memaparkan bahwa kekayaan 10 persen orang terkaya dunia menguasai 85 persen aset dunia.

Ø    Ternyata Peringkat orang terkaya Indonesia Nomer 1 berada di posisi 173 dari 1.645 miliarder dunia dan hanya ada 19 orang yang berasal dari Indonesia yang masuk list orang terkaya.


Lanjutkan Membacanya Klik disini

Ikhtiar Duniawi Orang-orang Terkaya - Buku Pesugihan Muslim


Ikhtiar Duniawi orang terkaya di Dunia - Pesugihan Muslim

Saat ini telah di rilis peringkat orang terkaya di dunia versi majalah Forbes dari peringkat 1 sampai dengan peringkat 1.645 orang-orang super kaya di tahun 2014. 


Majalah Forbes telah 28 tahun menerbitkan daftar miliarder dunia, mereka mengkompilasi nilai kekayaan bersih para miliarder, dan menghitung aset per individu. Termasuk di dalamnya antara lain saham di perusahaan Public dan swasta, real estate (properti), yacht (kapal pribadi), pesawat dan helicopter, benda seni, logam mulia dan perkiraan kas, dihitung  juga utang yang dimiliki per individu.


Lanjutkan Membacanya Klik disini

Tiada Ampunan Bagi Dosa Syirik


Dosa syirik adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah Swt - Pesugihan Muslim



Nah ini dia, ternyata wujud syirik dengan bersekutu dengan mahluk ghaib tidak semata hanya untuk mencari kekayaan saja? Yang umum adalah :


1.      Mencari Jabatan, lihat saja pada saat pemilihan Kepala Desa, Bupati/Walikota, Wakil Rakyat di DPR/DPRD, Ketua Partai atau Jabatan Direktur dll.. mereka berlomba-lomba minta restu Mbah Kiyai, Dukun, Paranormal, dan ziarah ke kuburan-kuburan keramat. Tragis ya.. padahal harta dunia sudah mereka dapatkan, tapi malah jadi sesat hanya karena menginginkan pangkat dan kedudukan. Padahal dengan sesat diawal, hasil akhirnya adalah adzab di Neraka.

2.      Mendapatkan wanita/jodoh, ini lebih tragis lagi.. saat modal tampang tidak ada, uang tidak bisa membeli cinta dari orang yang kita nafsukan (janda muda, penyanyi dangdut, atau anak perawan desa sebelah dll) maka dukunpun bertindak, pelet dijalankan, ilmu pengasihan, susuk dan jimat ikut beraksi demi bisa menikmati tubuh incaran kita.. hadeeww..

Lanjutkan Membacanya Klik disini

Friday, November 27, 2015

Mengupas Sedikit Masalah Bid'ah - Buku Pesugihan Muslim


Masalah Bid’ah - Pesugihan Muslim

Bid’ah adalah ibadah atau amalan yang di ada-adakan tanpa adanya tuntunan atau pengajaran dalam agama islam. Imam Syatibi dalam kitab “Al-I’tisham” menjelaskan bahwa bid’ah adalah mengadakan cara agama yang dibikin-bikin, yang diadakan (oleh manusia), yang menyerupai syariah. Dan yang dimaksud dengan perilaku tersebut adalah berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.



Ada riwayat yang diceritakan dalam hadis Nabi Muhammad Saw  :

Lanjutkan membacanya Klik disini

Membahas Perkara Dukun dan Wali Allah


Perkara Dukun, Tukang Ramal dan Wali Allah Swt




Rasulullah Muhammad Saw telah menutup pintu perdukunan, peramalan, dan pengaku-ngaku berilmu gaib. Dan beliau Nabi Mauhammad Saw  mengabarkan bahwa orang yang mengaku-ngaku demikian itu kafir.


Dan orang yang membenarkan peramal atau dukun maka sungguh ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan atas Nabi Muhammad Saw.


“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau peramal kemudian membenarkan apa yang dia katakan, maka dia telah kafir terhadap apa (Al-Qur`an) yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Ahmad no. 9171)


Lanjutkan membacanya Klik disini

Tuesday, November 24, 2015

Mengupas Masalah Ghaib - Buku Pesugihan Muslim


Perkara Keghaiban - Pesugihan Muslim



Apa itu Ghaib? Ghaib berasal dari bahasa Arab dari kata “Ghoba” yang artinya tidak tampak atau tidak hadir. Dalam kamus Lisanul Arab disebutkan bahwa “wal ghaib: kullu ma ghaaba ‘anka”, artinya “ghaib itu adalah sesuatu yang diluar jangkauan Anda”.


Maka segala perkara yang ditetapkan bahwa manusia memang tidak mampu menjangkaunya adalah termasuk perkara yang ghaib. Perkara Ghaib merupakan Rahasia Allah Swt, tidak ada seorangpun yang mengetahui tentang urusan ke-ghaiban, 

Lanjutkan membacanya klik disini

Perkara Pesugihan Ghaib - Buku Pesugihan Muslim



Tentang Pesugihan Ghaib - Pesugihan Muslim



Pesugihan Ghaib adalah upaya atau cara yang digunakan untuk mencari kekayaan dengan cara ghaib yaitu bersekutu dengan Setan/Jin lewat perantara dukun atau kuncen (juru kunci) tempat-tempat Pesugihan ghaib.

Untuk bagaimana prakteknya, mohon maaf kami tidak punya banyak referensi karena kami tidak mendalami hal-hal tsb. Mungkin dari film, sinetron, majalah-majalah misteri bisa kami sarikan beberapa praktek Pesugihan yang ada, seperti :

Lanjutkan Membacanya Klik Disini

Pesugihan dalam Pandangan Agama Islam - Buku Pesugihan Muslim


Pesugihan dalam Islam - Pesugihan Muslim





Kata "Pesugihan" dari kata dasar “Sugih” yang artinya Kaya, berasal dari bahasa Jawa, pesugihan bisa diartikan "sesuatu yang bisa membuat kaya".

Jadi yang dimaksud Ilmu Pesugihan adalah sebuah pengetahuan  atau cara yang bisa membuat seseorang menjadi kaya. Dari pengertian ini, Anda bisa memahami bahwa semua orang kaya di dunia ini pastinya punya Ilmu Pesugihan, yaitu metode atau cara dia meraih kekayaannya.

Lanjutkan membacanya Klik Disini

Kaya di Syariatkan dalam Al Quran - Buku Pesugihan Muslim

Kaya dalam AlQuran - Pesugihan Muslim


Sungguh, kaya bukanlah suatu keburukan bagi orang-orang yang mengamalkannya untuk kebaikan hidup di dunia dan di akhirat. Begitu banyak dalil Al Quran yang mensyariatkan kaum muslim mencari kekayaan. Seperti beberapa kami kutipkan :


1.      Allah Swt berfirman: “…padahal Allah telah menghalalkan jual beli.” (QS. al-Baqarah ayat 275) 

Allah Swt berfirman “…kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.” (QS. An-Nisaa’ ayat 29)


Lanjutkan Membacanya Klik Disini

Saturday, November 14, 2015

Tujuan Kaya yang Benar - Buku Pesugihan Muslim

Tujuan Kaya Muslim - Pesugihan Muslim




kaya yang bagaimana yang ingin di dapatkan atau diraih ? 

Yang kaya harta sesungguhnya di dunia (dan nyata adanya) atau kaya hati (sesuai petunjuk Nabi Muhammad Saw ) tapi mendapat ridho Allah Swt dan dijanjikan Surga-Nya ? 


“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat maka akan Kami tambah keuntungan itu baginya, & barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia maka akan Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia, & tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat.” (QS Ash-Shuraaayat 20)


Ayat ini merupakan peringatan Allah Swt, jika tujuan akhir kita adalah akhirat maka akan ditambah keuntungan (kekayaan di dunia) baginya, dan bagi yang tujuannya hanya (kekayaan) dunia, maka sebagian dari kekayaan yang ada di dunia akan diberikan tapi tidak ada keuntungan (keselamatan dan kekayaan) di akhirat. Makna keuntungan dari ayat ini bisa keselamatan atau pahala, bisa pula diartikan kekayaan


Lanjutkan membacanya klik disini 

Friday, November 13, 2015

Meraih Keselamatan Setelah Mati - Buku Pesugihan Muslim


Kekayaan Setelah Mati - Pesugihan Muslim








Kekayaan setelah kematian tentunya tidak ada manfaatnya lagi, kekayaan disini maksudnya adalah keselamatan (berlimpah selamat) karena Putus sudah urusan dunia saat kita mati kecuali tiga hal, yaitu sesuai hadits Nabi Muhammad Saw  yang mengatakan :


Dari AbuHurairah r.a,: ” Rosulullah Muhammad Saw  bersabda: Apabila anak adam meninggal dunia, terputuslah ilmunya kecuali tiga perkara, yaitu : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholih yang mendo’akannya. (HR. Muslim)


Tiga hal yang mengikuti kematian kita ini hanya berlaku saat kita di alam kubur, karena jika kiamat atau hari pembalasan (hisab) tiba.. tidak ada lagi yang akan memanfaatkan sedekah jariyah, ilmu ataupun masih ada anak manusia yang hidup.. 


Lanjutkan membacanya klik disini